bookmark_borderBosan dengan Pasar Thailand ? Mari Kelilingi Wisata Bangkok !

Jika dari awal kami mengajak kalian pergi ke Thailand hanya dengan mengunjungi pasar-pasar Tradisionalnya saja, maka kali ini resminya kami akan putar haluan dengan mengajak kalian semua pergi agak sedikit menjauh dari pasar-pasar tersebut, walau sekiranya masih di kawasan Bangkok juga. Sesekali kita boleh bukan untuk berjalan-jalan di beberapa destinasi wisata negara tersebut ? …

Untuk kalian selaku turis atau wisatawan luar yang berkunjung ke Bangkok, pasti ingin menikmati udara segar di sana dengan memprioritaskan wisata keliling kota. Jangan salah, disini bukan sekedar jalan-jalan biasa tengok kanan kiri saja, tapi disini kalian akan menemukan banyak atraksi budaya yang menarik di kota semarak dan sangat beragam ini. Mulai dari gedung bertingkat dengan permainan lampunya sampai dengan kuil bersejarah. Disini kalian juga bisa melakukan banyak hal kok, sehingga nantinya kalian akan bingung nih menentukan mana tempat yang harus kalian kunjungi ketika sedang berada di Bangkok. 

Kalian akan melihat adanya atraksi kuno dan Modern yang selalu saja berdampingan di Bangkok – Thailand, yang mana mampu menuntun kalian dengan memastikan bahwa rencana perjalanan kalian mampu memberikan cukup waktu untuk bisa menjelajahi kedua aspek kota tersebut. Kami rasa perjalanan ke Bangkok juga belum terasa lengkap jika kalian tidak mengunjungi satu dari tempat ibadah dengan usia ratusan tahun serta adanya kunjungan ke puncak gedung tertinggi di Thailand sana. Sesekali gunakan panduan maupun Tour Guide untuk mengetahui objek wisata juga boleh kok di Bangkok. Jadi, biar makin Interaktif kalian saat sedang berjalan-jalan. 

Menelusuri Wat Arun, Wisata Bangkok Terpopuler 

Bisa kami katakan jika semua wisatawan Bangkok merencanakan sebuah perjalanan ke kawasan Wat Arun. Dimana disana terdapat sebuah kuil Hindu yang telah didedikasikan untuk Dewa Aruna. Yang mana ini menjadi salah satu Landmark paling terkenal di negara Thailand. Letak dari tempat ini sendiri persis di tepi barat dari Sungai Chao Phraya. Untuk Wat Arun sendiri sangat mudah untuk bisa dikenali atas dasar adanya Fitur yang mencolok, yakni Sebuah Menara atau disebut sebagai Prang dengan ketinggian mencapai 82 meter yang sudah dilapisi oleh Porselen dan ditutup langsung dengan Trisula 7 Cabang. 

Tempat ini sudah begitu populer sebagai Kuil Fajar, hal ini disebabkan Wat Arun mulai dibuka pukul 08.30 sampai dengan pukul 17.30. Lalu tiket masuk ke kuil juga diminta sebesar 30 Baht hanya untuk turis asing saja, dan untuk warga negara Thailand asli tidak dipungut biaya tiket alias gratis. Para pengunjung harus benar-benar merencanakan tba di Wat Arun dengan perahu untuk sekedar menikmati pemandangan dari sungai. Feri akan berangkat dari Dermaga Tha Tien di setiap 10 menitnya. Wat Arun sendiri menjadi satu dari sedikitnya kuil di Thailand yang benar-benar memperbolehkan pengunjung menaiki tangga, sehingga jika kalian tertarik maka disini kalian bisa langsung naik melalui anak tangga sempit yang ada di dalam Prang utama hanya untuk bisa menikmati pemandangan dari atas sana. 

Kawasan Wisata Wat Saket atau Gunung Emas 

Selanjutnya berkunjung ke jantung Kota Tua Bangkok. Disana kalian akan menemukan Wat Saket atau Gunung Emas dan ini menjadi salah satu kuil tertua yang ada di Bangkok. Kuil Buddha ini memiliki letak di atas bukit dan untuk bisa kalian mencapai dasar dari candi utama maka, para pengunjung harus bisa menaiki lebih dari 300 anak tangga. Disana kalian akan menemukan banyak tempat di tangga yang tertutup pohon untuk sekedar berhenti dan beristirahat sejenak. Saat sudah sampai di atas, maka kalian akan menikmati pemandangan kota dengan sudut 360 derajat yang begitu luar biasa. Dari puncak tangga, maka pengunjung bisa melihat adanya bangunan Wat Phra Kaew tepat di Grand Palace yakni ada di sebelah barat dan gedung pencakar langit atas distrik bisnis di kawasan timur sana. 

Stupa Emas dengan bentuk layaknya titik fokus dari Kompleks Candi akan dibuka untuk para pengunjung di sepanjang tahunnya dimulai dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 17.00. Lalu mengenai tiket masuknya akan dikenakan sebesar 50 baht per orangnya. Para pengunjung yang cukup beruntung untuk bisa mengunjungi Bangkok di saat bulan purnama pada bulan November, maka kalian bisa mendapatkan kegembiraan atas festival tahunan Loy Krathong. Selama minggu perayaan maka, Stupa Emas tersebut akan dibungkukan menggunakan kain merah dan dilengkapi oleh lentera warna-warni untuk bisa menghiasi dasar kuil ketika para peziarah sedang berkunjung ke Wat Saket untuk bisa memberikan penghormatan ke relik Buddha yang memang tersedia di Stupa tersebut. 

Bermain di Ayunan Raksasa Bangkok, Disebut dengan The Giant Swing 

Rupanya di Bangkok juga terdapat Ayunan Raksasa yang ternyata menjadi sebuah Landmark atas pengingat dari upacara keagamaan yang unik dann dilakukannya setiap tahun oleh umat Hindu di sana. Bangunan yang menjulang setinggi 27 meter di atas Wat Suthat telah dibangun sejak tahun 1784 dan menjadi pusat atas upacara ayunan tahunan yang berlangsung setelah panen padi di setiap bulan Desembernya. Nah selama Upacara, Rombongan dari Pria dengan kostum Khusus ini  akan berdiri di ayunan besar yang sudah tergantung di atas struktur kayu yang besar. 

Mereka ini nantinya akan menggunakan ayunannya untuk mendorong diri mereka ke udara dengan tujuan bisa meraih sekantong koin emas yang digantung di tiang mencapai tinggi 25 meter. Upacara ini bukan mengenai emas, namun lebih ke arah rekreasi simbolis saja dari kisah Asal Hindu di mana Shiva harus berdiri di puncak gunung pada saat ular berusaha untuk melepaskannya. Upacara nya ini sudah dilakukan hampir selama 150 tahun namun telah dihentikan pada tahun 1935. Hal ini diakibatkan terjadinya serangkaian kematian. Namun sampai dengan detik ini, Ayunan tersebut masih saja menjadi salah satu tempat wisata paling populer ketika kalian pergi ke Bangkok. 

Mencari Udara Segar di Taman Lumpini – Bangkok 

Kalau sebelumnya ada yang terletak di Jantung Kota Bangkok, maka kali ini letaknya sendiri ada di Jantung kawasan Komersial di Bangkok. Taman Lumpini menjadi taman yang mampu menawarkan jeda atas keramaian atau hiruk pikuk perkotaan. Taman Lumpini juga memiliki luas 142 hektar dan ini dinamakan sesuai dengan nama kota Lumbini yang ada di Nepal,  dimana tempat tersebut sebagai kelahiran dari sang Buddha. Dibuatnya atas properti kerajaan oleh Raja Rama ke VI, lalu Taman Lumpini ini pada awalnya menjadi dasar atas museum lho. Namun kembali dikembangkan sebagai sebuah taman pertama kota setelah kasus Perang Dunia ke 1. Patung Raja Rama ke VI menjadi lambang penyambut pengunjung tepat di pintu masuk taman arah barat daya. 

Taman Lumpini ini menjadi hamparan ruang publik yang terbuka dan langka di kota dengan penduduk yang sangat padat. Danau buatan yang berada persis di tengah taman sudah menjadi sorotan utamanya dan dengan menyewa perahu dayung kalian bisa menelusuri danau tersebut dan ini benar-benar mampu menyenangkan hati ketika sore tiba. Taman Lumpini sendiri sangat amat ramai pada waktu pagi hari dan sore hari ketika banyaknya orang yang memanfaatkan jalur sepanjang 2,5 Kilometer yang mana juga begitu populer untuk kalangan pengendara sepeda –  kalangan orang tua yang senang berjalan-jalan sambil mendorong kereta bayi si – dan pas untuk kalangan pelari. Taman ini juga menjadi rumah bagi perpustakaan umum, lalu adanya ruang dansa dan beberapa taman  bermain yang mengasyikkan.